CROS OVER

12

MERANKAI CROS OVER

LMS (LOAD SPEKER MANAGEMENT SYSTEM)

LMS

AUDIO DITRIBUTOR

audio ditributor Digunakan untu mendistribusikan sinyal audio.fungsinya adalah untuk menggandakan uotput dari mixer dan mengurangi los akibat percabangan

H900 standar

1

kit standar H900

H900

kit H900 TEF

HH900 tef

kit H900 TEF

h900tef

kit H900 TEF

Cara Menghitung Resistor

Cara Menghitung Resistor

Bismillah, Alhamdulillah…
Setelah sebelumnya dibahas tentang resistor,sekarang akan saya bahas cara mengetahui nilai dari resistor tersebut,adapun caranya banyak sekali namun saya akan mencoba cara termudah yang saya pahami.

untuk jelasnya lihat dulu gambar dibawah ini :
Penjelasannya seperti dibawah ini :
Misalnya kita mempunyai sebuah resistor dengan warna seperti digambar ini
Sistim 5 gelang warna.
Gelang 1 warna Orange(jingga) maka nilainya 3
Gelang 2 warna Orange(jingga) maka nilainya 3
Gelang 3 warna Putih maka nilainya 9
Gelang 4 warna Hitam maka nilainya x1ohm
Gelang 5 warna Coklat berarti niainya 1 %
Jadi nilai resistor tersebut ialah 339ohm dengan toleransi 1%
Sistim 4 gelang warna.
Gelang 1 warna Merah maka nilainya 2
Gelang 2 warna Hijau maka nilainya 5
Gelang 3 warna Orange maka nilainya x1k.ohm
Gelang 4 warna emas maka nilainya 5%
Jadi nilai resistor tersebut ialah 25k ohm ,atau 25000 ohm.dengan toleransi 5%.
atau bisa juga menggunakan metode seperti gambar dibawah ini :
Sedangkan unuk urutan nilainya adalah sebagai berikut :
1 ohm                       =  1 ohm
1k ohm (kilo)            =  1 000 ohm
1M ohm (mega)        =  1000.000 ohm
1G ohm (gega)          =  1000.000.000 ohm
Demikianlah penjelasan tentang cara penghitungan resistor secara singkat,semoga bermanfaat.
Untuk penjelasan tentang jenis dan simbol resistor akan di jelaskan kemudian.

Komponen Elektronik

Komponen Elektronik

Bismillah, Alhamdulillah…
Sebelum kita belajar untuk merakit rangkaian elektronika,terlebih dulu kita wajib mengenal komponen2 yang akan kita rakit,dan kedepan saya akan membahas satu persatu komponen2 dasar elektronika tersebut.
yang pertama akan saya bahas ialah :
RESISTOR
Resistor/Tahanan adalah salah satu jenis komponen dasar elektronika yang berpungsi untuk menahan atau membagi arus listrik dalam suatu rangkaian listrik,adapun besaran satuan yang digunakan untuk nilai suatu tahanan/hambatan dinyatakan dalam ohm.
Sedangkan besaran nilainya biasanya di tuliskan dengan gelang2 warna pada badan resistor tersebut,untuk jelasnya lihat gambar berikut ini:

Sedangkan arti dari gelang warna tersebut dapat anda lihat tabel dibawahini:
KODE WARNA APPLET WARNA NILAI TOLERANSI
Hitam 0 —–
Coklat 1 —–
Merah 2 —–
Orange 3 —–
Kuning 4 —–
Hijau 5 —–
Biru 6 —–
Ungu 7 —–
Abu-abu 8 —–
Putih 9 —–
Emas 0,1 10 %
Perak 0,01 1 %
sedangkan untuk cara penghitungan nilai dari gelang2 warna tersebut akan saya bahas mendatang.
Hanya ada satu catatan yang saya tekankan disini yaitu lebih baik anda mulai menghapal gelang2 warna tersebut dari sekarang jika anda memang belum hapal gelang2 warna tersebut,kalau saya biasa menyingkat gelang warna tersebut dengan kalimat ”HI CO ME JI KU HI BI U A PU” diambil kata depannya dari gelang2 warna diatas.
Akhir kata semoga pembahasan awal ini bermanfaat bagi anda sekalian yang baru belajar elektronika.

Modifikasi Rangkaian Power Amoplifier Agar Bass Lebih Mantap

Ini berlaku untuk rangkaian power OCL, Blazer, gain clone, dan amp simetrik lainnya.

1. Power supply
Cara yang paling mudah untuk mendapatkan nilai watt yang besar adalah dengan memperbesar nilai tegangan power supply. Misalkan power amplifier blazer menggunakan supply 47v CT 47v. ini akan menghasilkan 200W rms per pasang transistor final pada outputnya. untuk catu daya 32v CT 32v (power OCL) jangan paksakan men-drive speaker 15″ jika suara bass dirasa kurang.

2. Gunakan minimal 2 rail transistor final (1 rail=1 pasang)
berfungsi juga untuk mengurangi panas dan meringankan kerja transistor.

3. Gunakan speaker bass sesuai karakter yang diinginkan
misal 12″ lebih cocok untuk hentakan/kick drum dan treble, sedangkain 15″ cenderung ke bas-mid dan gitar bass.

4. Untuk Power Blazer
Power Blazer memang mempunyai gain yang sangat rendah. Beberapa teman berpendapat
bahwa transistor sanken memiliki karakter bass yang sangat empuk, tetapi suara disitu-situ saja alias suaranya tidak bisa menempuh jarak jauh. Ini tidak benar membandingkan transistor berdasarkan kemasan atau mereknya. Transistor-transistor besar rata-rata memiliki penguatan/gain yang lebih rendah, pantas saja suara bass-nya empuk, terkesan lemah. Untuk menaikkan gainnya kita perlu tambahan rangkaian. Pasang kit tambahan berupa rangkaian master mixer atau giga bass yang dipasang pada input blazer. Usahakan gunakan kit dengan catu daya simetrik +12v ct -12v, ini untuk menghindari signal transien yang berlebihan pada saat power dihidupkan. Power Blazer tidak perlu modifikasi, its ok.

5. Modifikasi pada rangkaian:
Tiap rangkaian power mempunyai 5 komponen kecil yaitu IC 0p-amp,
resistor input, resistor gain, dan jaringan R-C. Resistor gain dibantu dengan
R input berfungsi untuk menaikkan penguatan (gain). Penguatan yang berlebihan akan
menimbulkan noise. Biasanya nilai R gain ini sebesar 15k untuk power blazer,
22k untuk gain clone, 33k untuk power OCL. Semakin kecil nilai R-gain akan semakin kecil penguatannya, tetapi semakin low noise. Rangkaian R-C berfungsi untuk resonansi bass. Nilai R-C ini berkisar 560 ohm & 47uF (OCL) sampai dengan 1k-100uF. Menariknya di sini, semakin besar nilai C (elko) nada bass-nya semakin empuk. Sebaliknya semakin kecil C nada bass semakin mid. nilai C ini maksimal adalah 47uF untuk gitar bass yang menggetarkan badan, untuk nada bass kendang dan drum yang menghentak di dada gunakan nilai C 10-22uF tidak lebih.

Kapasitor input untuk power OCL biasa, ganti C input 100nF
dengan 22nF, kapasitor kecil ini jangan khawatir kekurangan bass. Nilai 22nF sangat cocok jika tone control menggunakan transistor seperti PCB ronica sc-006 (tone control transistor).

Untuk tone control yang menggunakan IC, C input jangan diganti dengan nilai keci tapi justru dengan nilai yang lebih besar, misal 220nF. Untuk 4 kapasitor yang ada di kaki potensio bass biasa menggunakan 33nF seperti di PCB ronica, bukan 47nF(ini kurang nendang).

Untuk kesetabilan frekuensi (bass-mid-treble) pasang kapasitor tambahan sebesar 1nF di resistor 100k (input power) secara parallel, ini akan membatasi signal noise yang mengganggu. Dengan kapasitor ini menjamin rangkaian dan speaker bekerja dengan karakter bass . Jika power dalam keadaan on dan kita sentuh inputnya, yang terdengar harus nada bass yang powerful, bukan jeritan treble yang mematikan tweeter.

selamat bereksperimen

sum;http://staff.unila.ac.id/