Author Archives: danish2013

Teknik Instalasi Speaker TOA

Teknik Instalasi Speaker TOA

Belum banyak orang paham bagaimana cara pemasangan speaker TOA yang baik sehingga diperoleh suara yang enak didengar dan awet alias tidak cepat rusak. Kebanyakan orang masih banyak yang berfikir bahwa cara pasang speaker TOA sama dengan cara pemasangan speaker yang mereka miliki dirumah, sehingga yang didapat suara yang dihasilkan tidak sesuai harapan, yang terkadang berujung kerusakan speaker atau kerusakan amplifier. Tips singkat berikut mungkin bisa membantu bagaimana memasang speaker TOA yang baik dengan suara yang enak didengar dan awet.

1. Pemahaman Low Impedance dan High Impedance

Impedance ( impedansi ..red ), adalah komponen yang penting dalam sebuah speaker. biasa di tulis dengan tulisan : Imp.   ( baca 8 Ohm ).

Pada umumnya Impedansi speaker adalah 4 ohm dan 8 ohm yang banyak dijumpai dipasaran. Tetapi Impedansi speaker TOA dibedakan menjadi 2 macam yaitu Low Impedance ( impedansi rendah ) dan High Impedance ( impedansi tinggi ).

> Low Impedance : impedansi rendah, diantaranya 4 ohm, 8 ohm dan 16 ohm.

> High Impedance : impedansi tinggi, diantaranya 83 ohm, 1 K ohm, 2 K ohm, dst.

Cara Pasang

Speaker dengan Impedansi rendah hanya bisa dipasang ke output ampifier yang memiliki output impedansi rendah. Bila menggunakan Ampifier TOA, maka dipasang di Com-4 ohm.

Sedangkan speaker dengan Impedansi tinggi, hanya bisa dipasang di amplifier yang mempunyai output impedansi tinggi atau mampu mengeluarkan tegangan output tinggi. Bila menggunakan amplifier TOA, maka pemasangan di output Com-100V.

Lebih jelasnya perhatikan perbedaan cara pasang pada blok diagram berikut.

Blok Diagram Low impedance speaker & High Impedance speaker

Ciri speaker dengan impedansi tinggi :

a. Didalamnya terdapat Matching Transformer ( MT ) yang terpasang didalam speaker

b. Model-model produk TOA sudah dibuat spesifik antara yang Low impedance dan high impedance.

    > Speaker Low Impedance : ZH-5025B, ZH-4015, ZH-610S, ZS-F2000B, dst

    > Contoh speaker High Impedance : ZH-5025BM, ZH-4015M, ZH-610SM,

       ZS-1030B, ZS-102C, ZS-202C, ZS-F2000BM, dst

–>> Pada umumnya dibelakang model diberi kode ” M “, tetapi ada beberapa produk yang memang sudah dirancang khusus untuk Speaker High Impedance : ZS-102C, ZS-202C, ZS-1030B, ZS-1030W, dll.

Perhatikan ilustrasi dibawah ini, bagaimana cara menyambung speaker ke Amplifier.

* Pemasangan speaker low impedance ke output Amplifier

Pemasangan speaker High Impedance

              * Pemasangan speaker High Impedance ke output Amplifier

2. Penggabungan beberapa speaker ke Amplifier

Dari beberapa kasus yang terjadi didalam pemasangan speaker di Masjid yaitu penggabungan antara Horn speaker ( ZH-5025B) dengan Column speaker (ZS-202C ), dimana speaker horn keras sedangkan Column speaker suaranya kecil. Biasanya teknisi Masjid mencoba-coba terminal output amplifier dari com-4 ohm ke com – 70v. Untuk column speaker memang lebih keras tetapi yang menjadi masalah yaitu horn speaker sering mati / rusak. Dimana sebenarnya kesalahannya ? Mari kita kupas satu-persatu.

ZH-5025B adalah tipe speaker dengan impedansi rendah, dimana pemasangannya ke amplifier di com – 4 ohm, sedangkan ZS-202 adalah speaker dengan impedansi tinggi, dimana pemasangannya ke output amplifier di com-100V. Dengan melihat uraian ini maka jelaslah bahwa ZH-5025B tidak bisa digabung begitu saja dengan ZS-202. Jadi tidak bisa speaker impedansi rendah digabung dengan speaker impedansi tinggi, tetapi speaker impedansi rendah harus digabung dengan speaker impedansi rendah juga, dan speaker impedansi tinggi harus digabung dengan speaker impedansi tinggi juga.

Perhatikan ilustrasi berikut untuk lebih jelasnya.

> Pemasangan speaker impedansi rendah

Pemasangan speaker impedansi rendah

> Pemasangan speaker impedansi tinggi

pemasangan speaker impedansi tinggi

Demikian penjelasan singkat ini, semoga bermanfaat, dan bila masih ada yang kurang jelas tinggalkan pesan di kolom

sumber:http://selyaproduct.com/?news=ya&bid=35

Installasi sound system di masjid

Installasi sound system di masjid (bagian 2)

Setelah pada tulisan kami sebelumnya tentang teori installasi sound system di masjid, sekarang kami akan sharing tentang installasi yang pernah kami lakukan pada sebuah masjid.

Perhatikan skema di bawah :

installasi-toa

1.Speaker

Ruangan masjid adalah 15×15 meter, sehingga kami memutuskan untuk memasang 6 buah speaker column, dengan rincian 4 buah di pasang di dalam masjid dan 2 buah dipasang di teras. Kami memilih speaker column TOA dengan type ZS-102C yang mempunyai daya 20 watt.

Sedangkan untuk speaker horn, kami memasang 4 buah yang letaknya di atap masjid dengan arah 4 penjuru. Type yang kami pilih adalah TOA ZH-5025BM yang sudah dilengkapi dengan trafo matching di dalamnya, sehingga pemasangannya menjadi lebih sederhana.

2.Amplifier

Untuk pemilihan jenis amplifier, kita harus menghitung beban speaker terlebih dahulu. Pada speaker column yang digunakan di dalam ruangan, yaitu dengan menggunakan sebanyak 6 buah (6 x 20 watt = 120 watt). Maka ampli yang digunakan adalah minimal 120 watt dan pilihan jatuh pada amplifier TOA ZA-2120 yang mempunyai power 120 watt).

Demikian juga untuk ampliefier yang akan mensuplai speaker horn. Dengan jumlah 4 buah (4 x 25 watt = 100 watt), sehingga amplifier-nya masih dengan type yang sama, ZA-2120.

Kami sengaja mempergunakan 2 buah amplifier terpisah, agar mudah dalam pengaturan. Sehingga kita dapat memisahkan suara yang untuk keluar (azan dan khutbah jum’at) dan suara yang khusus di dalam (sholat dan pengajian).

3.Mixer

Sebetulnya ini adalah bersifat opsional artinya anda bisa memakai mixer atau tidak, tergantung budget yang ada.

Kami mempergunakan mixer bertujuan untuk memudahkan pengontrolan suara yang keluar atau ke dalam. Dalam konfigurasi di atas, mixer channel kanan kami gunakan untuk amplifier yang keluar dan channel kiri untuk amplifier yang ke dalam.

Sehingga kita dapat dengan mudah mengontrol masing-masing input mic ataupun VCD player, mana yang akan di tonjolkan, apakah dalam atau luar.

Sebagai contoh, suara azan harus full keluar dan kecil di dalam untuk keperluan sound control muazin. Kemudian untuk suara khotib jum’at harus dua-duanya full. Lain lagi dengan suara VCD player yang biasa diputar sebelum jum’atan, yang hanya full di luar.

Sedangkan untuk suara imam sholat, cukup di dalam ruangan saja tanpa perlu keluar ke speaker horn.

Dengan menggunakan mixer, maka hal ini akan menjadi lebih mudah dalam pengaturan dibandingkan kita tidak menggunakan mixer.

Untuk mixer ini, tidak harus memakai merk TOA. Anda bisa memakai merk china sekalipun yang berharga murah.

Yang harus diperhatikan dalam pengaturannya adalah bahwa speaker horn TIDAK di desain untuk melewatkan suara frekwensi rendah (BASS), sehingga sebisa mungkin setting bass disetting pada posisi NOL untuk suara yang menuju speaker horn demi keawetan dari spul speaker horn itu sendiri.

Kemudian, jumlah speaker horn yang digunakan harus dihitung dengan cermat. Jangan sampai jauh di bawah power yg dimiliki oleh amplifier sehingga spul speaker-nya bisa sering putus. Demikian juga jangan terlalu jauh di atas power amplifier, yang akan berakibat dengan cepat mati-nya amplifier itu sendiri.

Contohnya adalah, apabila kita menggunakan amplifier ZA-2120 yang mempunyai power 120 watt, maka speaker yang terpasang adalah MINIMAL 3 buah ( 3 x 25 watt = 75 watt). Angka 75 watt masih dapat diterima untuk ZA-2120.

Demikian juga jangan terlalu banyak speaker horn terpasang, yaitu maksimal 4 buah. Apabila anda memasang 6 buah speaker, maka daya –nya menjadi 6 x 25 = 150 watt. Kalau dipaksakan akan mengakibatkan amplifier mudah mati karena kelebihan beban.

Apakah 10 buah horn tidak terlalu banyak ?
Saya asumsikan anda memakai type ZH-5025BM / daya=25 watt, sehingga kalau 10 buah, daya yang dibutuhkan adalah : 10 x 25 watt = 250 watt.
Type yang mendekati adalah Amplifier TOA type ZA-2240 (output maksimal 240 watt).
Memang agak kasihan dengan ampli-nya, kalau anda memaksakan kondisi ini. Karena, ZA-2240 itu idealnya hanya untuk 8 buah horn yang masing2x mempunyai daya 25 watt.
Tapi kalau mau dicoba, silahkan saja. Tapi saran saya, kalau suaranya kurang maksimal, silahkan kurangi menjadi 8 buah saja.
Untuk pemasangan horn TOA dengan amplifier TOA, yang perlu diperhatikan adalah impedansinya. Kalau horn yang anda pake bertype ZH-5025BM itu artinya di horn-nya sudah ada trafo matching di dalamnya, jadi tinggal colokkan saja dengan COM – 100V pada sisi ampli-nya.
Sedangkan kalau anda memakai horn type ZH-5025B (tanpa huruf “M”) itu artinya, horn tsb belum dilengkapi dengan trafo matching, sehingga anda butuh trafo matching yang dipasang di dekat horn. Kalau horn anda berjumlah 10 buah dan type-nya ZH-5025B semua, berarti anda harus berli 10 buah trafo matching.
Dan pada sisi ampli, dicolokkan pada COM – 100V (sama dengan di atas).

Sedangkan untuk speaker box yang di dalam, mesti tahu terlebih dahulu type-nya sehingga kita bisa menghitung daya yang dibutuhkan.
Pada prinsipnya, cara penghitungannya sama dengan horn. Hanya saja pada speaker dalam ini tidak perlu pake trafo matching.
Kalau total daya keseluruhan dari speaker box ini sudah diketahui, anda tinggal memilih type ampli TOA berikut :
ZA-2030 –> daya outputnya 30 watt.
ZA-2060 –> daya outputnya 60 watt.
ZA-2120 –> daya outputnya 120 watt.
ZA-2240 –> daya outputnya 240 watt.

sebetulnya tidak disarankan memakai ampli rakitan untuk dipasangkan dengan horn TOA, karena spesifikasinya tidak jelas.
Jadi saran saya, agar spul horn tidak mudah putus, silahkan ganti amplinya dgn TOA. Kalau 8 buah horn TOA, cocokanya memakai ZA-2240 (harga sekitar 2 jt-an) dan jangan lupa horn-nya pake trafo matching, kecuali horn yang anda punya type yg sudah include trafo matching di dalamnya

 

sumber:http://www.mawarbiru.net

Web Site Pada PC Anda

Web Site Pada PC Anda

Dunia maya sangatlah menyenangkan baik dalam membuat web pribadi maupun perusahaan, browsing, download, chating, dsb. Dalam artikel kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat suatu web dengan CMS, Forum, Blog, dsb. Terkadang kita tidak menguasai suatu Web Programming (bahasa pemrograman web) bahkan tidak bisa sama sekali (anda hanya menguasai 1 pemrograman atau 1 bidang saja) masih banyak jalan menuju Roma, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Dalam artikel ini saya tidak menyuruh anda untuk (harus) membuat situs dengan CMS ataupun dengan Page Maker, karena sayang sekali kalau kreatifitas dan keahlian anda tidak digunakan. Sebelum melanjutkan ke tutorial berikutnya saya akan perkenalkan beberapa istilah penting yang perlu anda ketahui.

Website adalah sebuah situs dimana seorang user internet dapat mengakses suatu web untuk menampilkan gambar, tulisan, suara, animasi, maupun video. Contoh website: www.google.com, www.yahoo.com, www.forum.djawir.com dsb.
Domain adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah website di internet.
Web Hosting adalah tempat dimana kita dapat meletakkan file-file untuk isi website kita baik untuk halaman maupun file untuk download.
Banner adalah salah satu bagian dari halaman web yang berisi iklan yang biasanya memiliki standar ukuran dalam bentuk pixels.
Database adalah merupakan suatu himpunan file yang terhubung secara logik yang memiliki common access. Semua besaran data ditujukan pada beberapa sistem yang berhubungan. Sebuah databasee dapat memiliki beberapa data item yang bisa dipasang ke dalam banyak tipe perekaman yang berbeda.
Download adalah adalah proses untuk mengambil file dari internet.
CMS atau Content Management System adalah sebuah sistem untuk me-manage sebuah website baik menghias, memodifikasi, membuat form registrasi, membuat berita baru, dsb. Contoh software CMS: Mambo, Joomla, Xoops, Drupal, PhpWebsite, dsb.

Web Page Maker (Easy Make Your Home Page)
Software ini memudahkan anda untuk membuat sebuah homepage atau personal site. Anda tidak perlu menyisipkan kode/script web programming (anda juga dapat menyisipkannya juga) utuk membuat web. Mudah digunakan, anda cukup menggeser mouse dan juga menyisipkan sebuah gambar didalamnya. Dalam beberapa menit situs anda sudah jadi.

Yang perlu kita persiapkan dalam membuat CMS adalah:
Wamp anda dapat download program ini di www.wampserver.com (installer). Dilengkapi Server Configuration seperti Apache 2.2.4, PHP version 5.2.1, MySql version 5.0.27, dan juga konfigurasi database PHPmyadmin 2.9.2, SQLitemanager 1.2.0.
CMS (terserah anda akan memakai CMS karena software ini bersifat Open Source jadi anda tidak perlu membeli cukup dengan download filenya saja ) dapat didownload disitus www.sourgeforge.net atau langsung ke situs CMS seperti: www.drupal.org, www.xoops.org, www.joomla.org, www.mamboserver.com, dsb.

Yang pertama kali kita akan lakukan adalah menginstall software Wamp. Proses instalasi software ini sangat mudah, seperti anda dalam melakukan proses instalasi software lainnya. Seperti biasa Next, kemudian pilih “I accept the agreement” kemudian Next dan tentukan letak dimana anda ingin menginstallnya, kemudian Next sampai proses instalasi selesai, kemudian letakkan browser untuk web aplikasi (folder www).

Kemudian Next atau biarkan default setting “localhost”, Next, sampai proses Finish. Setelah proses instalasi selesai ekstrak seluruh file CMS (zip atau tar.gz) pada direktori “www”. Buka web browser anda dan ketikkan http://localhost/. jika benar akan muncul gambar seperti dibawah ini.

Tentukan project yang akan anda buat. Lakukan proses instalasi aplikasi CMS anda (ingat sebelum memulai proses instalasi buat dahulu database anda). Seperti biasanya tinggal Next kemudian baca instruksi instalasi. Masukkan “localhost” sebagai host/domain, masukkan Database Username, masukkan Database Password, masukkan SQL Username, dsb (sesuai dengan yang anda buat).

[IMG]http://two.xthost.info/bagusbadboy/images/baru/untitled9.JPG[IMG]

[IMG]http://two.xthost.info/bagusbadboy/images/baru/untitled10.JPG[IMG]

Jika semua proses berhasil dengan lancar maka web CMS anda sudah siap digunakan. Kurang lebihnya saya mohon maaf dan semoga bermanfaat. Thanks to: Aat Shadewa and Boby Ertanto.dan teman2ku yang lainnya tida bisa gua sebutin atu2.karana keterbatasan t4.

[IMG]http://two.xthost.info/bagusbadboy/images/baru/full.JPG[IMG]

sumber:http://forum.djawir.com

Bikin Sound System Masjid Enggak Lagi Sember, Cempreng, dan Krasak-kresek.

Bikin Sound System Masjid Enggak Lagi Sember, Cempreng, dan Krasak-kresek.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sember, cempreng, krasak-kresek atau bahkan hilang-timbul. Boleh jadi, itulah anggapan umum masyarakat tentang buruknya kualitas sound system yang ada di hampir semua masjid di Indonesia. Al Karim ingin mengubah citra itu.

Al Karim bukan nama orang atau ahli di bidang sound system, yang ingin membuat perubahan besar-besaran pada kualitas sound system di banyak masjid, yang umumnya berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat baik di kota maupun desa.

Ya, Al Karim adalah sebuah nama baru seri sound system yang diluncurkan oleh V8Sound.com untuk menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini. Al Karim didesain sebagai seri khusus untuk memenuhi kebutuhan sound system di dalam masjid.

“Setidaknya untuk mengubah anggapan miring soal buruknya kualitas sound system di dalam masjid, kami juga ingin masjid-masjid kini memiliki sound system yang bagus,” ujar Harry Kiss, pemegang hak cipta V8Sound.com, di Jakarta, Selasa (25/8), kepada Kompas.com.

Khusus di bulan suci Ramadhan, kata Harry, Al Karim diharapkan bisa mendukung kebutuhan pengurus masjid dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ibadah di dalamnya, baik itu adzan, shalat tarawih, kultum, ceramah subuh, atau pemberitahuan sahur dan imsak.

Speaker Kardus VS Speaker TOA

Speaker dengan desain mini, ringan dan serbapraktis seperti itulah performa sound system tipe V8Sound.com. Salah satu tipe terbarunya adalah Al Karim.

Meskipun mini, setiap tipe V8Sound.com mampu menghasilkan suara sangat jernih dengan kekuatan yang tinggi. Harry bilang, bunyi-bunyian keras dan jernih tak lagi harus selalu dihasilkan dari tumpukan speaker serba besar. Memenuhi kebutuhan sound system di Istora Senayan, Jakarta, misalnya, kini cukup dibutuhkan empat unit speaker seukuran kardus mi instan.

Umumnya, tambah Harry, sound system bisa dibagi dalam dua kategori kualitas utama, yaitu High FI dan High SPL (High Pressure Level). High Fi punya kualitas suara yang bagus, lanjut Harry, tetapi volumenya tidak bisa kencang.

“Jadi, bagaimana caranya dengan kualitas sound system berkelas HiFi (High Fidelity) tetapi bisa sekencang High SPL, maka keduanya harus digabungkan. Itulah yang kami lakukan di sini,” ujar pembina jaringan Mesjid Al Karim, yang kini telah menjangkau 28 mesjid di seluruh Indonesia.

Harry mengatakan, sejak dulu sampai saat ini umumnya masjid di Indonesia menggunakan TOA sebagai perangkat sound system-nya. Padahal, tambah Harry, kualitas TOA di dalam masjid rata-rata berkualitas High SPL, tetapi tidak HiFi.

“TOA di masjid itu dikhususkan untuk kualitas volume, tidak sekaligus untuk kualitas vokalnya, sehingga itu yang membuatnya seringkali terdengar sember atau krasak-kresek,” ujar Harry.

Untuk itulah, kata Harry, V8Sound.com didesain secara khusus berdasarkan pengalamannya mengamati kualitas sound system di hampir semua masjid di Indonesia. Yaitu, kata dia, dengan menggabungkan kualitas HiFi dan High SPL sekaligus.

Untuk radius indoor, sebutlah Stadion Gelora Bung Karno Senayan, misalnya, kualitas dengar V8Sound.com mampu mencapai jarak clear hingga 73 meter dari tribun. Sedangkan radius outdoor, jaraknya bisa mencapai 50 – 70 meter.

“Kualitas volume suara ada, tetapi estetikanya tetap terjaga,” ujarnya.

Rambah Mancanagara

Di Indonesia, cerita Harry, V8Sound.com pernah mendukung kampanye Pilpres 2009 oleh pasangan SBY-Boediono, di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Hall D Arena Pekan Raya Jakarta, di Sabuga Bandung, serta sejumlah daerah lainnya. “Di Gelora Bung Karno kami hanya pasang 4 speaker,” ujar Harry

Stasiun televisi swasta RCTI pun memanfaatkan kecanggihan V8Sound.com saat merayakan hari ulang tahunnya pada 2008 lalu. Kini, masjid di stasiun televisi tersebut juga sudah menggunakannya, termasuk 11 masjid lainnya di kawasan Jakarta, Serang, dan Lembang.

Awalnya, rancangan V8Sound.com dikembangkan sejak 2004, dan mulai diproduksi sejak 2006. Kini, V8Sound.com telah merambah mancanegara seperti Jerman dan Swiss di Eropa, serta Myanmar dan Singapura di Asia.

“Tahun depan kami akan berpameran di Frankfurt MusikMesse 2010, bekerja sama dengan SonicEmotion dari Switzerland yang mendalami teknologi 3D Surround Sound di dunia,” ujar Harry, yang mengklaim V8sound.com akan menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia di ajang pameran akbar pro audio kelas dunia itu.

SOLO 18

Frequency Response = 30 Hz – 750 Hz
Coverage Directivity Angle = Omni Directional
Long Terms Power ( RMS ) = 1500 W
Peak Power Handling = 2000 W
Impedance  = 8 ohms
Transducer  =   18 “
Sensitivity = 106 dB
Maximum SPL = 136 dB
Connection  = 2 X NL 4 Speakon
Enclosure Construction = 18mm, 13 Ply- Rusian Birch
Cabinet Surface Treatment =White Catalyzed Polyurethane Paint
Dimension (cm)    87 W x  54 H x 63 D
Loud Speaker Driver  = 1 X 18 Neodymium
NW  = 49 kg

SKY SUB 215

Frequency Response = 50 Hz – 750Hz
Coverage Directivity Angle = Omni Directional
Long Terms Power ( RMS ) = 1000 W
Peak Power Handling  = 2000 W
Impedance  = 4 ohms
Sensitivity = 110dB
Maximum SPL = 132 dB
Connection = 2 X NL 8 Speakon
Cabinet Surface Treatment  = Black Catalyzed Polyurethane Paint
Dimension ( H X W X D ) = 460×500×1060mm
Loud Speaker Driver  = 2 X 15″ Neodymium
NW  = 64kg

Sales & Marketing

V8 Building ( Santorini Studio )
Jl. Bintaro Raya No.9 Tanah Kusir
Jakarta 12240
Indonesia

Fax : (+62)-21 723 8059

08170818245

0816778661

Harry Kiss Founders +62 82 111 425 888
Andru Kiss General Manager +62 8170818245
Linus Gusdar Indonesia Marketing +62 811 77 1510
Iwan Supriyadi Marketing Manager +62 81282307000
Jimmy Global Marketing +62 816778661
Gerrit M Jacob Global Marketing +62 8811188288,
Jakub Pratama Global Marketing +62 81319834102

http://www.v8sound.com/

Penjelasan Tentang Teknologi TOA Wireless Sysytem

Penjelasan Tentang Teknologi TOA Wireless Sysytem

Seringkali bila menggunakan mic wireless yang membuat kita jengkel yaitu bila suara terputus-putus, sehingga acara jadi kacau.TOA dengan technology yang dimiliki, sudah menyediakan pilihan produk yang bisa digunakan dengan dari single wireless sampai yang multi wireless.
Single wireless yaitu yang digunakan secara sendiri-sendiri, misal untuk di ruang kelas, untuk training di ruangan, dll.
Multi wireless yaitu yang dalam pemakaiannya melibatkan jumlah mic yang banyak, misal acara panggung / pentas seni, drama, dll.
Berikut sedikit informasi kelebihan yang dimiliki Wireless system TOA yang mungkin bisa membantu pembaca mengenal lebih dekat produk TOA sehingga tidak salah memilihnya.1. Antena diversity

Sistim antena sebagai penerima signal, TOA sudah menerapkan sistim Diversity, sehingga signal yang ditangkap lebih kuat dan lebih peka. Seperti apakah Antena diversity itu ?
Berikut penjelasannya :
> Signal yang dipancarkan oleh mic wireless, tidak semuanya langsung menuju ke antena receiver, tetapi ada yang ke tembok, ke lantai, ke plafon, dll. Dimana signal pantulan tersebut mengakibatkan phase signal bergeser.  Bila signal yang dipantulkan dari tembok dan dari lantai berbeda phase, maka akan terjadi proses CANCELING yaitu saling meniadakan, sehingga signal yang ke antena menjadi lemah atau hilang sama sekali, yang oleh kita dikenal DEAD POINT, daerah kosong tanpa signal, yang kita rasakan yaitu signalnya putus-putus.
Dengan sistem Antena Diversity, signal yang dipantulkan oleh tembok akan diterima oleh antena A, dan yang dipantulkan oleh lantai akan diterima oleh antena B, sehingga setiap ada pergeseran phase signal akan tetap diterima oleh antena.
Dengan demikian yang namanya DEAD POINT tidak akan terjadi bila menggunakan antena Diversity.

TOA sudah menerapkan sistim diversity dengan technolginya yaitu tipe TRUE DIVERSITY, dimana setiap antena memiliki tuner / penguat antena sehingga lebih kuat dan peka penerimaannya.

2. Memiliki 64 frekuensi berbeda
TOA Wireless dirancang dengan setting frekuensi carrier yang bisa dipilih sampai 64 macam frekuensi, sehingga antara 1 dan mic lainnya tidak akan terinterferensi. Cara setting mudah, dengan hanya memutar trimpot yang tersedia di mic dan set up di receiver.


3. Jangkauan luas
TOA mic wireless mempunyai jangkauan signal yang kuat, dengan sistim antena diversity dan daya pancar mic yang besar menjadikan suara yang dihasilkan tidak terputus-putus. Bila diperlukan, bisa ditambahkan antena external untuk memberikan jangkauan yang lebih luas, misal untuk di mall, hall, dll.


4.  Fasilitas mix input
TOA Wireless dilengkapi dengan fasilitas Mix input, terdapat pada tipe WT-5800 series. Kegunaan dari Mix Input ini yaitu untuk memungkinkan 1 output yang ke amplifier atau mixer, sehingga memudahkan kontrol / setting suaranya.


5. Auto Squelch
TOA Wireless dirancang dengan auto squelch yaitu bila tidak ada suara atau signal lemah secara otomatis output di silent atau tidak ada suara yang keluar, sehingga tidak ada suara noise atau suara yang mengganggu.
Berikut beberapa contoh aplikasi / penggunaan mic wireless TOA.

1. Ruang Kelas


berikut sistimnya.




2. Aplikasi di Hall / aula

berikut sistimnya.


3. Aplikasi di Auditorium


Berikut sistimnya


 

4. Aplikasi di Gereja


berikut sistimnya

5. Masjid


Berikut sisitimnya :

Informasi Selengkapnya

Master Dealer produk peralatan telekomunikasi dengan merek Panasonic dan LG-Ericsson di Indonesia dengan harga terbaik.. RESELLER WELCOME.

BANYAK IKLAN MENYATAKAN BAHWA PRODUKNYA MURAH, TAPI KENYATAANNYA TIDAK SESUAI DENGAN IKLANNYA.
KAMI PANASONIC – IT SHOP YOGYAKARTA MASTER DEALER PANASONIC DAN LG-ERICSSON DI INDONESIA, HARGA PASTI MURAH, GARANSI RESMI 2TAHUN, TIDAK MURAH 100% UANG KEMBALI.

Hubungi Kami

Email: itshop00@gmail.com
Phone: 085772349330 Atau (0274) 8577699
PIN BB : 220DD6CA
jln. Patangpuluhan no. 42
Djogjakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta

http://www.panasonic-itshopdjogja.web.id/SOUND+SYSTEM+TOA

Power Ampli TOA rakitan

mumpung awal puasa biasanya kita dapet pesenan bikin ampli untuk toa buat mushola atau masjid, mengingat harga power jadi lumayan mahal ( merk TOA ) barang kali ada solusi untuk itu dgn harga yg lebih murah….

Yang sering saya rakit adalah:
1. Trafo 5 amp murni atau 10 amp banci
2. Elco dan dioda min 2200/50 volt
3. Power OCL mono 300 wattdgn Final Jengkol ST malaysa
( sedang mencari mospec yg untuk final ini dg karater midle )
4. Equalizer 5 ch mono ( sebagai crosofer aktif)
5. preamp mic 2 TR
6. C output untuk membatasi frek rendah, biasanya saya pake 2200-4700 mf/ min 50 volt dari power ke SPK toa ( sebagai crosover pasif ).

Barangkali ada yg menambahkan silahkan.

kalo untuk nge-drive speaker merk T*A saya sering pake:
1. Trafo 3A 25V.CT
2. Kit OCL 150W Final ganti pakai TR tip Mospek 2set
3. OUT PA OCL seri elco 2200uF/50V.
4. TC 2 tr plus Pre Amp Mic
5. Load Horn speaker 16 ohm.

sdh cocok tapi klu saya kit OCL 150 diganti dengan kit OCL 140.

trafo 10a 32 v
jengkol malay 2 set

Jengkol kalu diganti tr finalnya punya ampli TOA yg C5198 dan A1941 gmn yah?

Elko 2200uf/50v untuk pengaman speaker TOA dari arus DC yg sering keluar juga dari out OCL. jadi bukan sebagai HPF

saya punya pengalaman serupa dg mas zaky, ada 4 speker corong 4 bh 16 ohm 25 W merk toa, dan ada speaker kolom yang panjang merk toa jg 240 ohm 20W 2 bh, didorong pake rakitan power ocl 200W tegangan +63V dan -63V mirip power safari dg OT MJ15003/4, suaranya jernih tapi tidak bisa lepas alias jauh padahal vol power dan mixer dah full, apalagi kalau memakai mic kancing ketika imam memimpin sholat malah kolom spekar suaranya kecil. menurut buku petunjuk instalasi PA toa bahwa speaker harus dihubungkan dengan output power 70.7 V untuk corong dan 100V untuk kolom speaker.

Kalau beli amlpli TOA tipe 2240 (240W) investasinya mahal 2,9 jt, Akhirnya saya coba beli trafo distribution line 300W (di sby harganya 200k), primer 4 ohm, sekunder 100V, dan saya pasang di output amplifier, setelah dicoba sekarang suaranya menjadi lantang, keras, dan jauh, volume mixer kecil saja, trafo ini dijual oleh TOA dengan seri MT450MM (300W), sehingga sekarang jamaah masjid almukhlisin ditempat saya dah tidak komplin lg.

tapi jangan salah belinya trafo, krn ada 2 macam yaitu trafo maching untuk ditempatkan di dekat speaker, bentuk trafonya kecil kernnya, sedangkan trafo distribusi besar kira2 sama dengan trafo 5A, primer 8 ohm, secunder 70,7V / 100V, ini biasanya untuk PA di kantor-kantor dan di mall, yang menggunakan speaker banyak dengan daya tiap spekernya max 6-10W impedansi 250 ohm.

Jika kita salah beli trafo maching efectnya ampli acl kita jebol, maka hati-hati, kadang penjualnya nggak ngerti.

pakai ampli toa nya yg ada 100v nya, misal nya ampli TOA type ZA, sebagai contoh type ZA 1121, sudah ada output 100v nya.

saya nemu skematik IT/OT,mungkin cocok untuk speaker corong mesjid?

[Gambar: new-skema-ampli-trafo-3055-revisi1.jpg]

untuk lebih jelasnya lihat di situs http://matsholeh.wordpress.com

di mushola deket rumah saya, horn 2 biji (lupa brp watt) saya pararel terus diangkat pakai ampli dengan type 150watt ocl dan PA nya toshiba. Sampai sekarang gak pernah bermasalah. Suaranya kuenceng buanget…..  \m/ \m/ \m/ \m/
yang terpenting adalah di preamp nya jangan sampai ada nada rendah (bass) yang berlebihan.  saya lebih menonjolkan suara middle. pada input power amplifier, tambahkan capasitor milar dan R yang di pasang secara seri.
Kalau ampli tersebut mengangkat 1 horn, memang terasa berat karena horn ber-impedansi 16 ohm, kalau di pararel jadinya 8 ohm atau setara dengan speaker biasa.
Rata2 didaerah kami masjid sdh menggila suaranya khusnya suara luar yang menggunakan corong 4 biji karena sdh menggunakan PA OCL Sanken/Toshiba. SEmuanya tdk menggunakan Trafo matching karena masalah dana sehingga PA Ocl dgn Rakitan jadi Alternatif dan sebahagian sdh menggunakan mixer dan Eq. Penggunaan PA Ocl karena menggunakan jasa tehnisi OT. Jadi yg menggunakan PA TOA sdh semakin kurang hanya sebahagian saja seperti masjid2 kecil. Kalau Masjid besar sdh banyak menggunakan sound system yang bermerek baik dari PowewrAmp, Eq, mixer dan speaker dalamnya sdh satu merk.Yang belum tergeser cuma Micnya saja dan corongnya.

rakitan ampli corong..pake ampli ocl 140 w ato ocl 150 w kit standard toko terus pada speaker out dipasang elco 2200uf – 4700 uf / 50 v. sampai sekarang aman2 aja dipakai di masjid.

untuk horn(toa) ocl 140 / 150 w final 2 set TIP 29/3055 . out diseri elco 4700/50 v. buat dorong 4 horn.

gak usah trafo maching kang, kemaren saya habis rakit ocl 150w 2 unit untuk masjid final pakai TR jengkol 2N3055/MJ2955 output kasih elco 2200uF/50V. buat dorong horn T*A 25W warna putih 4 biji (main 8 ohm atau 2 speker paralel/channel)

boleh beda pendapat ya kang saya rakit ampli corong menggunakan safari agar nada low gak besar yang dapat mengakibatkan corong jebol cuma ganti r 100k menjadi 10k sudah 20 taun tidak ada masalah

untuk darurat, bisa memakai PA OCL.
– tambahkan C 100uF 100V di seri dengan corong
– Amati C input jika besarnya di 1uF-10uF , ubah ke 100nF
Corong ini tidak cocok dengan frekuensi rendah. Cara diatas akan meredam frekuensi rendah yang akan masuk ke corong.

Pengalaman saya waktu saya pasang sound system di masjid yg cukup besar dan bentangan kabelnya sekitar 100 meter ke atas menara terpasang 4 corong TOA tdk memakai trafo matching hanya dgn memggunakan PA Safari 200wat (4 biji Sanken) dan Suara dalam sy juga menggunakan PA Safari 4 biji Sanken dgn speaker 10′ 2 biji. Hasilnya bagus dan suara corong juga keras, jelas dan tahan juga spulnya ngga putus- putus. Untuk suara dalamnya juga mantap.Saya kasi trik jika mengganti spul TOA mohon spasi magnik tempat masuknya spul diperhatikan keseimbangannya artinya jangan ada yang terlalu rapat ke magnik, karena jika magnik pernah jatuh pada saat dibuka itu kemungkinan besar goyang, dan tak lupa dibersihkan terlebih dahulu lobang menjaga jarak (spasi) tempat masuknya spul TOA.

yg pernah saya bikin utk ampli toa/horn, adl ampli ocl yg 150w dg hanya sepasang tr 2n3055 dan mj2955.
lebih lantang n lebih kenceng dr ampli toa buatan pabrik.

pre amp tdk terlalu pengaruh, teg utk powernya juga saya kasih 25v ct 5A trafo big.
rahasianya adl: setelah mixer/pre amp mic harus dikasih equalizer grafik dg pengaturan yg dibuat fix/tidak dikasih potensio tapi cukup trimpot didalam box agar setelah didapat setelan yg pas tdk lagi diubah freq-nya;
jd frekuensi yg lolos adl freq tengah saja, waktu itu yg saya pake adl eq 8 channel dg ic LM324/TL074 dg teg +12v dc, 2ch freq rendah dimodif ke freq diatasnya/middle, begitu juga 2ch freq atas dimodif ke freq dibawahnya/middle.

setelah jadi n dipake suaranya menjangkau lebih jauh dibanding ampli toa pabrikan, horn juga tetep awet/ blm pernah rusak.
silahkan difahami n dikaji masukan saya semoga membantu

ikut nimbrung bos. ane juga pernah bikin ampli toa buat masjid, pake power ocl, tegangan ane kasih 18v cuma dari tone control udah di atur bagian bass di jumper ke bagian terkecil, jadi gak ada bass masuk, penguat mic pakai echo, dan out ke speaker di copal oleh elko 1000uf/50v. hasil nya lumayan udah 2 taon gak jebol tuh speaker toa nya.

Output trafo ya output trafo.
OTL Brarti output pakai elco
OCL brarti langsung ke speaker.

Q ada solusi ocl untuk toa
1. Pakai protector biar toa ny awet.
2. Pre amp ny di stel frekuensiny pd frekuensi vokal
3. Gunakan komponen berkualitas.
4. Tegangan untuk power jangan di maksimalkan
5. Hati2 kabel toa jng smp konslet

Minggu lalu speaker corong TOA milik masjid rusak karena terlalu besarnya daya ampli. Kebetulan masjid baru saja membeli ampli dengan daya yang cukup besar. Saya lupa memberi tahu petugas masjid bahwa speaker corong tidak boleh langsung disambung ke amplifier karena daya speaker corong cuma 25 watt sedangkan amplifier yang dipakai berdaya 250 watt. Maka agar spkeaker tidak terbakar, harus disbungkan dulu ke trafo matching, baru dihubungkan ke amplifier.  Maka jelas saja ketika 2-3 kali dicoba dihubungkan ke ampli, speaker akhirny jebol.

Kalo speaker corong rusak, solusinya gampang saja yaitu tinggal diganti SPOEL-nya, karena komponen utama lainnya (magnet & membran equalizer) didesin cukup powerfull yang tentunya masih bagus. Masalahnya saat ini komponen SPOEL tersebut susah dicarinya karena sudah jarang dijual. Dan sebenarnya SPOEL bisa dibikin sendiri dengan cara dibuatkan kumparan secara manual. Dulu di Kediri saya sering membuat kumparan semacam itu, tapi sekarang nggak sempat lagi karena perlu banyak waktu luang. Insya-allah dalam kesempatan lain, masih melalui blog ini, saya  akan bagikan “sedikit ilmu” mengenai cara membuat kumparan spoel speker secara manual.

Untungnya, berdasar info dari rekan komunitas elektro di Depok ternyata di Depok ada pabrikan yang memproduksi spare part TOA (kalo nggak salah namanya PT Galva Industri). Segera saya pacu motor ke Depok untuk “memburu” satu spare part yang bernama “spoel”. Singkat cerita, alhamdulillah akhirnya berhasil dapat. Dan akhirnya speaker corong masjid bisa diperbaiki dan berfungsi kembali.

di bawah ini Gambar SPOEL yang aku potret dari Aslinya, sebelah kiri tampak dari ATAS, sebelah kanan tampak dari BAWAH:

 

Nah, dalam kesempatan ini saya akan membedah cara mengganti spoel speaker corong yang rusak. Begini caranya:

  1. Letakkan speaker menghadap ke bawah (corong menghadap tanah) agar mudah dilepaskan screw-nya dan magnet tidak jatuh berantakan waktu screw terlepas.
  2. Lepaskan semua screw secara berurutan mulai dari yang terluar, yaitu dimulai dari screw yang melekatkan plat corong dengan casing belakang sampai screw terdalam (yang menjepit magnet, spoel, dan membran equalizer).
  3. Lepaskan 2 kabel penghubung spoel dari soketnya.
  4. Angkat magnetik ke luar, lepaskan spoel yang telah rusak/putus dari liang magnetik.
  5. Bersihkan liang magnetik dari debu dan kotoran lainnya. Ini penting karena “sebutir debu” pun bisa berakibat fatal, bisa menggores kawat spoel yang berakibat putusnya kawat tsb.
  6. Masukkan spoel baru ke dalam liang magnetik secara hati-hati. INGAT: Pada saat memasukkan spoel, TIDAK BOLEH menyentuh dinding magnetik karena goresan dinding bisa menyebabkan putusnya kawat kumparan spoel. Karena liang magnetik sangat sempit (+ 1 mm) maka jika perlu gunakan kaca mata pembesar untuk memastikan spoel tidak menyentuh liang magnetik.
  7. Setelah spoel masuk, susun kembali ke dalam casingnya bersama membran equalizer.
  8. Sambungkan kembali  2 kabel penghubung spoel pada soketnya.
  9. Pasang kembali plat corong dan kencangkan semua scerw. SELESAI.

kalo Trafo pabrikan Jepang/China mudah saja pak masangnya krn sudah ada tep-tep bertuliskan resistansi impedansinya. Untuk impedansi output biasanya udah given di set 8Ω. Input ada 2 terminal tegangan masukan, Rendah (70 volt) dan dan Atas (100 volt) dengan berbagai pilihan Impedansi Input (berbeda2 pada merk trafo yg beda), misal 80Ω. 170Ω, 330Ω, 670Ω. Pilhan impedansi bisa bebas, pengaruhnya pada daya keluaran yg berbanding terbalik dengan besarnya impedansi. Artinya, makin besar impedansi, makin kecil daya output. Yang perlu diperhatikan adalah berapa tegangan keluaran maksimal power amplifier. Sambungkan output amplifier pada input trafo yang sesuai, 70v atau 100v. Yang susah jika kita nemu trafo rakitan yang polos, gak ada tulisan input-output, impedansi, dll, perlu pengukuran terlebih dahulu. sekian pak, kalo ada yg kurang atas jawaban ini, mohon masukannya ya.

MEMBUAT POWER SUPPLY UNTUK HIGH POWER AMPLIFIER

MEMBUAT POWER SUPPLY UNTUK HIGH POWER AMPLIFIER

Kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat power supply untuk amplifier berPower besar. Pada dasarnya rangkaian power supply untuk amplifier berpower besar maupun kecil sama saja, perbedaanya hanya pada ukuran komponen yang digunakan, sebagai contoh Transfomer atau trafo, untuk mensuplay amplifier 18 w kita hanya perlu trafo berukuran 1 ampere. akan tetapi untuk mensupply amplifier berdaya diatas 1000 w kita harus pakai trafo yang besar pula, minimal 15 ampere.

Komponen yang dibutuhkan :

  • Trafo 15 ampere CT 50 v
  • Diode Bridge 35 A 400v
  • 4 buah elco ukuran 33000 mf  100v
  • 2 buah kapasitor 470 nf 100v
  • 4 buah resistor 1 w ukuran 15 k

Semua komponen tersebut dirangkai seperti skema dibawah ini

untuk ukuran  elco bisa disesuaikan, misalnya 15000 mf 450 wv atau berapapun yang penting ukuran mikrofaradnya besar serta ukuran voltasenya harus minimal 100v. untuk jumlah pemakaian elco juga disesuakan, semakin banyak elco semakin bagus, karena module amplifier yang besar perlu supply daya yang besar pula.

Gambar DIODE BRIDGE

Gambar ELCO 33000MF 100 VOLT

Untuk ukuran trafonya bisa di sesuaikan (seperti telah tersebut diatas), kita bisa pakai ukuran trafonya 15 ampere, 20 ampere atau 30 ampere.

Selamat mencoba.

Rumus dasar watt untuk power

Rumus dasar watt

Pwatt = V *  i  ==> P watt = V * (V/R speker)

jadi untuk menaikan watt power ada 2 cara menaikan teg PSU dan menurunkan Rbeban(speaker)
menaikan PSU memepengaruhi arus yang mengalir ke speaker hingga di butuhkan TR yang mampu menghandle arus yang besar makanya perlu di parallel.

menurunkan Rbeban(speakear) i=V/R semakin kecil r semakin besar arus yang lewat hingga di butuhkan TR yang mampu menghandle arus yang besar makanya perlu di parallel juga.

terserah anda mau pake cara yang mana?

jika kita memparaller tr saja tanpa  menurun Rbeban(spekaer), daya power tidak akan bertambah.

tapi perlu di ingat
jika memebebani power di bawah 2 ohm warna suara akan semakin jelek.
jika menaikan teg PSU tanpa memodifikasi driver juga tidak akan bersuara yang ada malah berasap.

jika salah silahkan di koreksi.

Penghemat Listrik (PLN)

Penghemat Listrik (PLN)

Skema :

penghemat listrik pln
Kapasitor C1 berfungsi untuk menyimpan(menampung) arus, sehingga saat peralatan dihidupkan tidak langsung menarik meteran tetapi mengambil arus dari C1.
C1 juga berfungsi membantu menstabilkan tegangan, sehingga peralatan lebih awet.
C2 dan R1 berfungsi sebagai snubber (menurunkan impedance pada freq tinggi) sekaligus Low Pass Filter sehingga mampu meredam gelombang radio.
R2 dan Lampu Bohlam Neon berfungsi untuk mengetahui apakah perlatan masih bekerja / sekering F1 belum putus.
Jangan SALAH menyambungkan karena berbahaya, perlu diingat rangkaian ini disambungkan antara kabel Fasa dengan Netral, BUKAN Fasa/Netral dengan Ground(Earth)!!

untuk C2 gunakan kapasitor kelas X-1 atau X-2 atau kelas Y, yang memang dispesifikasikan untuk pemakaian tegangan AC.
Jika komponen sudah berumur 5 tahun sebaiknya kapasitor C1/C2 diganti dengan yang baru.
Gunakan Resistor 1 Watt untuk R1 dan khususnya R2, ini untuk menjaga rating tegangan resistor tetap pada level aman.
Jika tidak tersedia Resistor 1 Watt maka gunakan Resistor 2 Watt, jika tidak ada juga, minimal gunakan Resistor 0,5 Watt.

 
Penghemat Listrik PLN                  P

Modifikasi OCL 150 Watt

Modifikasi OCL 150 Watt

Skema asli :

OCL 150 Watt
Modifikasi :
OCL 150 Watt Modif
Modifikasi pertama ada di bagian High Pass Filter oleh komponen C1 dan R2. Sedangkan R1 berfungsi untuk mengurangi input noise.
sebelum di modif, nilai C1 adalah 100nF (0,1µF), dan R2=33k, maka titik potong frekuensi HPF [-3dB];

f = 1/(2·π·C1·R2)
f = 1/(2·π·0,1µ·33k)
f = 48 Hz [-3dB]
Note: Jalur R2 dan R3 sekarang dipisah, R2 disambungkan ke Ground sinyal, jika tidak maka akan menghasilkan input impedance meninggi,
yang dapat mengakibatkan peningkatan amplitudo pada frekuensi bawah (bass) secara berlebihan sehingga loud speaker bergerak terlalu
liar dan flabby.
jadi, kita perlu merendahkan batas bawah HPF ke nilai yang lebih umum.
misalnya 10Hz [-3dB], jadi:
C1 = 1/(2·π·fo·R2)
C1 = 1/(2·π·10Hz·33k)
C1 = 0,482µ = Gunakan 470nF (10,3Hz).
Kemudian kita harus menentukan titik potong frekuensi HPF di bagian negative feedback dan bootstrap berturut-turut
dengan nilai yang lebih rendah supaya tidak terjadi distorsi sinyal AC karena tidak mampu melewatkan frekuensi sinyal (input) yang lebih rendah.
Misalnya HPF input ≥ 2x HPF NegFB ≥ 2x HPF Bootstrap.
Komponen bagian negative feedback terdiri dari R6, C2 dan R3. Dan yang menentukan HPF hanya C2 dan R3.
misalnya HPF negative feedback kita ambil setengah dari 10Hz, maka :

C2 = 1/(2·π·fo·R3)

C2 = 1/(2·π·5Hz·1k)
C2 = 31,8µF = Gunakan 33µF (4,8Hz).

kemudian untuk bagian bootstrap (R8, R9 dan C4) kita gunakan setengah dari 5Hz(atau 4,8Hz) yaitu 2,5Hz

C4 = 1/(2·π·fo·(R8||R9))        ; R8(2k2) paralel R9(4k7) = 1k498=1k5

C4 = 1/(2·π·2,5Hz·1k5)
C4 = 42,4µF = Gunakan 47µF (2,25Hz).

untuk bagian Constant Current Source atau CCS (Q4, D1, D2, dan R4) terdapat beberapa perubahan, diantaranya:

  • Q4 diganti dengan 2N5401
  • Memparalel D1 dan D2 dengan C7 untuk membantu mengurangi noise dari D1 dan D2.
  • R4 diganti dengan 1W atau 2W, karena disipasi dayanya cukup tinggi, sekitar 472mW@±35V atau 684mW@±42V.

Cmiller (C3) diganti dengan 68pF untuk sedikit meningkatkan SlewRate, dan untuk menjaga stabilitas ditambahkan Clag (C10).

Untuk mengatur Quiescent Current(Iq) D3 dilepas, R12 di ganti dengan trimpot (P1) 200Ω dan menambah C11 untuk membantu
menstabilkan tegangan bias. Untuk menyeting Iq, pertama posisikan input dengan Ground (atau Volume terendah). Atur nilai P1 dari yang terendah,
kemudian putar trimpot sampai mendapatkan tegangan sekitar 0,025V(50mA) pada R16 atau R15.

sumber:http://sites.google.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.