Monthly Archives: January 2013

Power Ampli TOA rakitan

mumpung awal puasa biasanya kita dapet pesenan bikin ampli untuk toa buat mushola atau masjid, mengingat harga power jadi lumayan mahal ( merk TOA ) barang kali ada solusi untuk itu dgn harga yg lebih murah….

Yang sering saya rakit adalah:
1. Trafo 5 amp murni atau 10 amp banci
2. Elco dan dioda min 2200/50 volt
3. Power OCL mono 300 wattdgn Final Jengkol ST malaysa
( sedang mencari mospec yg untuk final ini dg karater midle )
4. Equalizer 5 ch mono ( sebagai crosofer aktif)
5. preamp mic 2 TR
6. C output untuk membatasi frek rendah, biasanya saya pake 2200-4700 mf/ min 50 volt dari power ke SPK toa ( sebagai crosover pasif ).

Barangkali ada yg menambahkan silahkan.

kalo untuk nge-drive speaker merk T*A saya sering pake:
1. Trafo 3A 25V.CT
2. Kit OCL 150W Final ganti pakai TR tip Mospek 2set
3. OUT PA OCL seri elco 2200uF/50V.
4. TC 2 tr plus Pre Amp Mic
5. Load Horn speaker 16 ohm.

sdh cocok tapi klu saya kit OCL 150 diganti dengan kit OCL 140.

trafo 10a 32 v
jengkol malay 2 set

Jengkol kalu diganti tr finalnya punya ampli TOA yg C5198 dan A1941 gmn yah?

Elko 2200uf/50v untuk pengaman speaker TOA dari arus DC yg sering keluar juga dari out OCL. jadi bukan sebagai HPF

saya punya pengalaman serupa dg mas zaky, ada 4 speker corong 4 bh 16 ohm 25 W merk toa, dan ada speaker kolom yang panjang merk toa jg 240 ohm 20W 2 bh, didorong pake rakitan power ocl 200W tegangan +63V dan -63V mirip power safari dg OT MJ15003/4, suaranya jernih tapi tidak bisa lepas alias jauh padahal vol power dan mixer dah full, apalagi kalau memakai mic kancing ketika imam memimpin sholat malah kolom spekar suaranya kecil. menurut buku petunjuk instalasi PA toa bahwa speaker harus dihubungkan dengan output power 70.7 V untuk corong dan 100V untuk kolom speaker.

Kalau beli amlpli TOA tipe 2240 (240W) investasinya mahal 2,9 jt, Akhirnya saya coba beli trafo distribution line 300W (di sby harganya 200k), primer 4 ohm, sekunder 100V, dan saya pasang di output amplifier, setelah dicoba sekarang suaranya menjadi lantang, keras, dan jauh, volume mixer kecil saja, trafo ini dijual oleh TOA dengan seri MT450MM (300W), sehingga sekarang jamaah masjid almukhlisin ditempat saya dah tidak komplin lg.

tapi jangan salah belinya trafo, krn ada 2 macam yaitu trafo maching untuk ditempatkan di dekat speaker, bentuk trafonya kecil kernnya, sedangkan trafo distribusi besar kira2 sama dengan trafo 5A, primer 8 ohm, secunder 70,7V / 100V, ini biasanya untuk PA di kantor-kantor dan di mall, yang menggunakan speaker banyak dengan daya tiap spekernya max 6-10W impedansi 250 ohm.

Jika kita salah beli trafo maching efectnya ampli acl kita jebol, maka hati-hati, kadang penjualnya nggak ngerti.

pakai ampli toa nya yg ada 100v nya, misal nya ampli TOA type ZA, sebagai contoh type ZA 1121, sudah ada output 100v nya.

saya nemu skematik IT/OT,mungkin cocok untuk speaker corong mesjid?

[Gambar: new-skema-ampli-trafo-3055-revisi1.jpg]

untuk lebih jelasnya lihat di situs http://matsholeh.wordpress.com

di mushola deket rumah saya, horn 2 biji (lupa brp watt) saya pararel terus diangkat pakai ampli dengan type 150watt ocl dan PA nya toshiba. Sampai sekarang gak pernah bermasalah. Suaranya kuenceng buanget…..  \m/ \m/ \m/ \m/
yang terpenting adalah di preamp nya jangan sampai ada nada rendah (bass) yang berlebihan.  saya lebih menonjolkan suara middle. pada input power amplifier, tambahkan capasitor milar dan R yang di pasang secara seri.
Kalau ampli tersebut mengangkat 1 horn, memang terasa berat karena horn ber-impedansi 16 ohm, kalau di pararel jadinya 8 ohm atau setara dengan speaker biasa.
Rata2 didaerah kami masjid sdh menggila suaranya khusnya suara luar yang menggunakan corong 4 biji karena sdh menggunakan PA OCL Sanken/Toshiba. SEmuanya tdk menggunakan Trafo matching karena masalah dana sehingga PA Ocl dgn Rakitan jadi Alternatif dan sebahagian sdh menggunakan mixer dan Eq. Penggunaan PA Ocl karena menggunakan jasa tehnisi OT. Jadi yg menggunakan PA TOA sdh semakin kurang hanya sebahagian saja seperti masjid2 kecil. Kalau Masjid besar sdh banyak menggunakan sound system yang bermerek baik dari PowewrAmp, Eq, mixer dan speaker dalamnya sdh satu merk.Yang belum tergeser cuma Micnya saja dan corongnya.

rakitan ampli corong..pake ampli ocl 140 w ato ocl 150 w kit standard toko terus pada speaker out dipasang elco 2200uf – 4700 uf / 50 v. sampai sekarang aman2 aja dipakai di masjid.

untuk horn(toa) ocl 140 / 150 w final 2 set TIP 29/3055 . out diseri elco 4700/50 v. buat dorong 4 horn.

gak usah trafo maching kang, kemaren saya habis rakit ocl 150w 2 unit untuk masjid final pakai TR jengkol 2N3055/MJ2955 output kasih elco 2200uF/50V. buat dorong horn T*A 25W warna putih 4 biji (main 8 ohm atau 2 speker paralel/channel)

boleh beda pendapat ya kang saya rakit ampli corong menggunakan safari agar nada low gak besar yang dapat mengakibatkan corong jebol cuma ganti r 100k menjadi 10k sudah 20 taun tidak ada masalah

untuk darurat, bisa memakai PA OCL.
- tambahkan C 100uF 100V di seri dengan corong
- Amati C input jika besarnya di 1uF-10uF , ubah ke 100nF
Corong ini tidak cocok dengan frekuensi rendah. Cara diatas akan meredam frekuensi rendah yang akan masuk ke corong.

Pengalaman saya waktu saya pasang sound system di masjid yg cukup besar dan bentangan kabelnya sekitar 100 meter ke atas menara terpasang 4 corong TOA tdk memakai trafo matching hanya dgn memggunakan PA Safari 200wat (4 biji Sanken) dan Suara dalam sy juga menggunakan PA Safari 4 biji Sanken dgn speaker 10′ 2 biji. Hasilnya bagus dan suara corong juga keras, jelas dan tahan juga spulnya ngga putus- putus. Untuk suara dalamnya juga mantap.Saya kasi trik jika mengganti spul TOA mohon spasi magnik tempat masuknya spul diperhatikan keseimbangannya artinya jangan ada yang terlalu rapat ke magnik, karena jika magnik pernah jatuh pada saat dibuka itu kemungkinan besar goyang, dan tak lupa dibersihkan terlebih dahulu lobang menjaga jarak (spasi) tempat masuknya spul TOA.

yg pernah saya bikin utk ampli toa/horn, adl ampli ocl yg 150w dg hanya sepasang tr 2n3055 dan mj2955.
lebih lantang n lebih kenceng dr ampli toa buatan pabrik.

pre amp tdk terlalu pengaruh, teg utk powernya juga saya kasih 25v ct 5A trafo big.
rahasianya adl: setelah mixer/pre amp mic harus dikasih equalizer grafik dg pengaturan yg dibuat fix/tidak dikasih potensio tapi cukup trimpot didalam box agar setelah didapat setelan yg pas tdk lagi diubah freq-nya;
jd frekuensi yg lolos adl freq tengah saja, waktu itu yg saya pake adl eq 8 channel dg ic LM324/TL074 dg teg +12v dc, 2ch freq rendah dimodif ke freq diatasnya/middle, begitu juga 2ch freq atas dimodif ke freq dibawahnya/middle.

setelah jadi n dipake suaranya menjangkau lebih jauh dibanding ampli toa pabrikan, horn juga tetep awet/ blm pernah rusak.
silahkan difahami n dikaji masukan saya semoga membantu

ikut nimbrung bos. ane juga pernah bikin ampli toa buat masjid, pake power ocl, tegangan ane kasih 18v cuma dari tone control udah di atur bagian bass di jumper ke bagian terkecil, jadi gak ada bass masuk, penguat mic pakai echo, dan out ke speaker di copal oleh elko 1000uf/50v. hasil nya lumayan udah 2 taon gak jebol tuh speaker toa nya.

Output trafo ya output trafo.
OTL Brarti output pakai elco
OCL brarti langsung ke speaker.

Q ada solusi ocl untuk toa
1. Pakai protector biar toa ny awet.
2. Pre amp ny di stel frekuensiny pd frekuensi vokal
3. Gunakan komponen berkualitas.
4. Tegangan untuk power jangan di maksimalkan
5. Hati2 kabel toa jng smp konslet

Minggu lalu speaker corong TOA milik masjid rusak karena terlalu besarnya daya ampli. Kebetulan masjid baru saja membeli ampli dengan daya yang cukup besar. Saya lupa memberi tahu petugas masjid bahwa speaker corong tidak boleh langsung disambung ke amplifier karena daya speaker corong cuma 25 watt sedangkan amplifier yang dipakai berdaya 250 watt. Maka agar spkeaker tidak terbakar, harus disbungkan dulu ke trafo matching, baru dihubungkan ke amplifier.  Maka jelas saja ketika 2-3 kali dicoba dihubungkan ke ampli, speaker akhirny jebol.

Kalo speaker corong rusak, solusinya gampang saja yaitu tinggal diganti SPOEL-nya, karena komponen utama lainnya (magnet & membran equalizer) didesin cukup powerfull yang tentunya masih bagus. Masalahnya saat ini komponen SPOEL tersebut susah dicarinya karena sudah jarang dijual. Dan sebenarnya SPOEL bisa dibikin sendiri dengan cara dibuatkan kumparan secara manual. Dulu di Kediri saya sering membuat kumparan semacam itu, tapi sekarang nggak sempat lagi karena perlu banyak waktu luang. Insya-allah dalam kesempatan lain, masih melalui blog ini, saya  akan bagikan “sedikit ilmu” mengenai cara membuat kumparan spoel speker secara manual.

Untungnya, berdasar info dari rekan komunitas elektro di Depok ternyata di Depok ada pabrikan yang memproduksi spare part TOA (kalo nggak salah namanya PT Galva Industri). Segera saya pacu motor ke Depok untuk “memburu” satu spare part yang bernama “spoel”. Singkat cerita, alhamdulillah akhirnya berhasil dapat. Dan akhirnya speaker corong masjid bisa diperbaiki dan berfungsi kembali.

di bawah ini Gambar SPOEL yang aku potret dari Aslinya, sebelah kiri tampak dari ATAS, sebelah kanan tampak dari BAWAH:

 

Nah, dalam kesempatan ini saya akan membedah cara mengganti spoel speaker corong yang rusak. Begini caranya:

  1. Letakkan speaker menghadap ke bawah (corong menghadap tanah) agar mudah dilepaskan screw-nya dan magnet tidak jatuh berantakan waktu screw terlepas.
  2. Lepaskan semua screw secara berurutan mulai dari yang terluar, yaitu dimulai dari screw yang melekatkan plat corong dengan casing belakang sampai screw terdalam (yang menjepit magnet, spoel, dan membran equalizer).
  3. Lepaskan 2 kabel penghubung spoel dari soketnya.
  4. Angkat magnetik ke luar, lepaskan spoel yang telah rusak/putus dari liang magnetik.
  5. Bersihkan liang magnetik dari debu dan kotoran lainnya. Ini penting karena “sebutir debu” pun bisa berakibat fatal, bisa menggores kawat spoel yang berakibat putusnya kawat tsb.
  6. Masukkan spoel baru ke dalam liang magnetik secara hati-hati. INGAT: Pada saat memasukkan spoel, TIDAK BOLEH menyentuh dinding magnetik karena goresan dinding bisa menyebabkan putusnya kawat kumparan spoel. Karena liang magnetik sangat sempit (+ 1 mm) maka jika perlu gunakan kaca mata pembesar untuk memastikan spoel tidak menyentuh liang magnetik.
  7. Setelah spoel masuk, susun kembali ke dalam casingnya bersama membran equalizer.
  8. Sambungkan kembali  2 kabel penghubung spoel pada soketnya.
  9. Pasang kembali plat corong dan kencangkan semua scerw. SELESAI.

kalo Trafo pabrikan Jepang/China mudah saja pak masangnya krn sudah ada tep-tep bertuliskan resistansi impedansinya. Untuk impedansi output biasanya udah given di set 8Ω. Input ada 2 terminal tegangan masukan, Rendah (70 volt) dan dan Atas (100 volt) dengan berbagai pilihan Impedansi Input (berbeda2 pada merk trafo yg beda), misal 80Ω. 170Ω, 330Ω, 670Ω. Pilhan impedansi bisa bebas, pengaruhnya pada daya keluaran yg berbanding terbalik dengan besarnya impedansi. Artinya, makin besar impedansi, makin kecil daya output. Yang perlu diperhatikan adalah berapa tegangan keluaran maksimal power amplifier. Sambungkan output amplifier pada input trafo yang sesuai, 70v atau 100v. Yang susah jika kita nemu trafo rakitan yang polos, gak ada tulisan input-output, impedansi, dll, perlu pengukuran terlebih dahulu. sekian pak, kalo ada yg kurang atas jawaban ini, mohon masukannya ya.

MEMBUAT POWER SUPPLY UNTUK HIGH POWER AMPLIFIER

MEMBUAT POWER SUPPLY UNTUK HIGH POWER AMPLIFIER

Kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat power supply untuk amplifier berPower besar. Pada dasarnya rangkaian power supply untuk amplifier berpower besar maupun kecil sama saja, perbedaanya hanya pada ukuran komponen yang digunakan, sebagai contoh Transfomer atau trafo, untuk mensuplay amplifier 18 w kita hanya perlu trafo berukuran 1 ampere. akan tetapi untuk mensupply amplifier berdaya diatas 1000 w kita harus pakai trafo yang besar pula, minimal 15 ampere.

Komponen yang dibutuhkan :

  • Trafo 15 ampere CT 50 v
  • Diode Bridge 35 A 400v
  • 4 buah elco ukuran 33000 mf  100v
  • 2 buah kapasitor 470 nf 100v
  • 4 buah resistor 1 w ukuran 15 k

Semua komponen tersebut dirangkai seperti skema dibawah ini

untuk ukuran  elco bisa disesuaikan, misalnya 15000 mf 450 wv atau berapapun yang penting ukuran mikrofaradnya besar serta ukuran voltasenya harus minimal 100v. untuk jumlah pemakaian elco juga disesuakan, semakin banyak elco semakin bagus, karena module amplifier yang besar perlu supply daya yang besar pula.

Gambar DIODE BRIDGE

Gambar ELCO 33000MF 100 VOLT

Untuk ukuran trafonya bisa di sesuaikan (seperti telah tersebut diatas), kita bisa pakai ukuran trafonya 15 ampere, 20 ampere atau 30 ampere.

Selamat mencoba.

Rumus dasar watt untuk power

Rumus dasar watt

Pwatt = V *  i  ==> P watt = V * (V/R speker)

jadi untuk menaikan watt power ada 2 cara menaikan teg PSU dan menurunkan Rbeban(speaker)
menaikan PSU memepengaruhi arus yang mengalir ke speaker hingga di butuhkan TR yang mampu menghandle arus yang besar makanya perlu di parallel.

menurunkan Rbeban(speakear) i=V/R semakin kecil r semakin besar arus yang lewat hingga di butuhkan TR yang mampu menghandle arus yang besar makanya perlu di parallel juga.

terserah anda mau pake cara yang mana?

jika kita memparaller tr saja tanpa  menurun Rbeban(spekaer), daya power tidak akan bertambah.

tapi perlu di ingat
jika memebebani power di bawah 2 ohm warna suara akan semakin jelek.
jika menaikan teg PSU tanpa memodifikasi driver juga tidak akan bersuara yang ada malah berasap.

jika salah silahkan di koreksi.

Penghemat Listrik (PLN)

Penghemat Listrik (PLN)

Skema :

penghemat listrik pln
Kapasitor C1 berfungsi untuk menyimpan(menampung) arus, sehingga saat peralatan dihidupkan tidak langsung menarik meteran tetapi mengambil arus dari C1.
C1 juga berfungsi membantu menstabilkan tegangan, sehingga peralatan lebih awet.
C2 dan R1 berfungsi sebagai snubber (menurunkan impedance pada freq tinggi) sekaligus Low Pass Filter sehingga mampu meredam gelombang radio.
R2 dan Lampu Bohlam Neon berfungsi untuk mengetahui apakah perlatan masih bekerja / sekering F1 belum putus.
Jangan SALAH menyambungkan karena berbahaya, perlu diingat rangkaian ini disambungkan antara kabel Fasa dengan Netral, BUKAN Fasa/Netral dengan Ground(Earth)!!

untuk C2 gunakan kapasitor kelas X-1 atau X-2 atau kelas Y, yang memang dispesifikasikan untuk pemakaian tegangan AC.
Jika komponen sudah berumur 5 tahun sebaiknya kapasitor C1/C2 diganti dengan yang baru.
Gunakan Resistor 1 Watt untuk R1 dan khususnya R2, ini untuk menjaga rating tegangan resistor tetap pada level aman.
Jika tidak tersedia Resistor 1 Watt maka gunakan Resistor 2 Watt, jika tidak ada juga, minimal gunakan Resistor 0,5 Watt.

 
Penghemat Listrik PLN                  P

Modifikasi OCL 150 Watt

Modifikasi OCL 150 Watt

Skema asli :

OCL 150 Watt
Modifikasi :
OCL 150 Watt Modif
Modifikasi pertama ada di bagian High Pass Filter oleh komponen C1 dan R2. Sedangkan R1 berfungsi untuk mengurangi input noise.
sebelum di modif, nilai C1 adalah 100nF (0,1µF), dan R2=33k, maka titik potong frekuensi HPF [-3dB];

f = 1/(2·π·C1·R2)
f = 1/(2·π·0,1µ·33k)
f = 48 Hz [-3dB]
Note: Jalur R2 dan R3 sekarang dipisah, R2 disambungkan ke Ground sinyal, jika tidak maka akan menghasilkan input impedance meninggi,
yang dapat mengakibatkan peningkatan amplitudo pada frekuensi bawah (bass) secara berlebihan sehingga loud speaker bergerak terlalu
liar dan flabby.
jadi, kita perlu merendahkan batas bawah HPF ke nilai yang lebih umum.
misalnya 10Hz [-3dB], jadi:
C1 = 1/(2·π·fo·R2)
C1 = 1/(2·π·10Hz·33k)
C1 = 0,482µ = Gunakan 470nF (10,3Hz).
Kemudian kita harus menentukan titik potong frekuensi HPF di bagian negative feedback dan bootstrap berturut-turut
dengan nilai yang lebih rendah supaya tidak terjadi distorsi sinyal AC karena tidak mampu melewatkan frekuensi sinyal (input) yang lebih rendah.
Misalnya HPF input ≥ 2x HPF NegFB ≥ 2x HPF Bootstrap.
Komponen bagian negative feedback terdiri dari R6, C2 dan R3. Dan yang menentukan HPF hanya C2 dan R3.
misalnya HPF negative feedback kita ambil setengah dari 10Hz, maka :

C2 = 1/(2·π·fo·R3)

C2 = 1/(2·π·5Hz·1k)
C2 = 31,8µF = Gunakan 33µF (4,8Hz).

kemudian untuk bagian bootstrap (R8, R9 dan C4) kita gunakan setengah dari 5Hz(atau 4,8Hz) yaitu 2,5Hz

C4 = 1/(2·π·fo·(R8||R9))        ; R8(2k2) paralel R9(4k7) = 1k498=1k5

C4 = 1/(2·π·2,5Hz·1k5)
C4 = 42,4µF = Gunakan 47µF (2,25Hz).

untuk bagian Constant Current Source atau CCS (Q4, D1, D2, dan R4) terdapat beberapa perubahan, diantaranya:

  • Q4 diganti dengan 2N5401
  • Memparalel D1 dan D2 dengan C7 untuk membantu mengurangi noise dari D1 dan D2.
  • R4 diganti dengan 1W atau 2W, karena disipasi dayanya cukup tinggi, sekitar 472mW@±35V atau 684mW@±42V.

Cmiller (C3) diganti dengan 68pF untuk sedikit meningkatkan SlewRate, dan untuk menjaga stabilitas ditambahkan Clag (C10).

Untuk mengatur Quiescent Current(Iq) D3 dilepas, R12 di ganti dengan trimpot (P1) 200Ω dan menambah C11 untuk membantu
menstabilkan tegangan bias. Untuk menyeting Iq, pertama posisikan input dengan Ground (atau Volume terendah). Atur nilai P1 dari yang terendah,
kemudian putar trimpot sampai mendapatkan tegangan sekitar 0,025V(50mA) pada R16 atau R15.

sumber:http://sites.google.com

Membuat power amplifier OCL 150 Watt

Membuat power amplifier OCL 150 Watt

Posted by dwii-underthunder Kamis, 17 Maret 2011 4 komentar

rangkaian ocl>

berikut ini tone control nya:

tone control volume,bass dan reeble:

berikut ini power supplynya:

ransistor NPN TIP31 bisa diganti dengan TIP41
transistor PNP TIP32 bisa diganti dengan TIP42
tegangan kerja sama2 40-100 VOLTS

check pinnya sebelum dipasang (basis, collector, dan emitornya)
pake multimeter. pastikan ngga kebalik

skema power ocl 550 watt

skema power ocl 550 watt

selamat pagi semua rekan rekan tehnisi elektronik
kali ini pagi pagi dari pada melamun mending nulis-nulis / update istilah kerennya.wuihhhh…….mungkin coretan  ane kali udah pada tau para master2 elektronik, tapi kga’apakan mungkin juga ada yang belum tau,dan semoga ini bisa membantu bagi yang belum tau.oke langsung k TKP yaitu skema power ocl 150 watt.tapi jangan slah,ocl ini bukan sembarang ocl.ocl ini rakitan dari pak andy tjahjana teknisi elektronik.bila kalian rakit dengan benar hasilnya bisa mencapai 550 watt murni dengan sp 4 ohm.dan 320 watt dengan sp 8 ohm.
saya rasa biar manfaat ilmu kita,tidak ada salahnya kalu ane persilahkan bagi rekan-rekan yang mau ambil gambar ini untuk di praktekkn drumah.monggo laris manissss……

rangkaian power ini bisa memakai travo sampai 15A dengan tegangan 80v. trimakasih kunjungannya dan jngan lupa tinggalkan pesan atau saran untuk kami,karena anda kami bisa,,,,,,,wuih,,,wuih,,,wui

sumber:http://madunelektro.blogspot.com/2012/07/skema-power-ocl-550-watt.html

 

Anda hobby dengan Sound System? Atau anda cuma pencinta musik? ini ada sedikit ada info buat kamu semua yang ingin merubah audio system di rumah anda agar bisa memuaskan hati, Pertama gunakanlah PA/Power Amplifier anda minimal 150 Watt jika mau merangkai sendiri juga bisa Adapun yang di butuhkan adalah: Transformer minimal 5 Ampere CT 12-32 volt (BELL,ERA) Elco minimal 4700/50 volt 2X Dioda/kiprok 35 Ampere 1X Kit Power OCL 150 Watt Transistor 2N3055,MJ2955(malaysia) untuk mono, jika pengen yang stereo di kalikan 2 atau anda bisa memakai transistor model lain yang kamu percaya kekuatannya lebih maximal, TIP 3055,TIP 2955, MEXICO, SANKEN,dan lain2. adapun pengen yang maximal gunakanlah KIT POWER 400 watt mono/stereo. menurut aku yang enak+telah berulang X terjun di lapangan yang TURBO power jika anda suka dengan kit tersebut gunakanlah Transistor A798 untuk mengganti Transistor 2X A733, untuk Resistor 5watt pada Emitor SANKEN,Atau Transistor final pake 0,22 ohm karna itu merupakan tengah2 dari hasil pengeluaran power high/low (middle) setelah power jadi gunakan acsesoris/pengatur suara sederhana aja yaitu PARAMETRIC C40 kalau ada yang produk RISVA, kamu bisa beli KIT sendiri atau yang sudah jadi karena rangkaian itu menurut aku yang murah dan juga terbaik untuk di gabungkan dengan power 150 watt sampai 400 watt jika kamu berada di daerahku bisa beli di toko “Sumber Terang” karena di sekitar tempatku cuma di situ yang punya

Speaker aktif Polytron mati total

Diagnosa

Speaker aktif Polytron jika kita hidupkan tidak ada tanda-tanda kehidupan itu kita lihat dengan lampu indikator yang tidak menyala.

Model speaker aktif Polytron :

model-speaker-aktif-Polytron-300x225

Apakah yang menyebabkannya ? Segera kita selidiki .

Jika keadaan mati-total sudah tentu yang mesti kita periksa rangkaian power supply dan pada speaker aktif Polytron ini menggunakan model electrik , sedikit tambahan speaker aktif Polytron ini rupanya sudah dibawa ke bengkel servis dan telah dipasangkan fuses/ sikring dengan amper yang lumayan besar yaitu 10 amper. Padahal standarnya menggunakan 3,15 amper dan dampak dari hal itu menyebabkan transistor power switching menjadi hangus.

Transistor yang dipergunakan adalah P3n60 dan kita siapkan pengganti dengan type P6n60 , sebelum kita adakan penggantian kita adakan pemeriksaan lebih lanjut untuk menghindari kegagalan perbaikan yang kita lakukan. Dioda penyearah tegangan dari jala-jala / AC in kita dapatkan dalam kondisi shot disini 2 buah yang mengalami kerusakan. Selanjutnya Resistor 33 ohm untuk driver Gate transistor P6n60 juga mengalami kerusakan yaitu putus. Yang terakhir 2 buah transistor yaitu 2SA1015 dan 2SC1815 ini terhubung dengan Resistor 33 ohm.

Sekarang kita lepaskan semua komponen yang bermasalah/ rusak dan kita pasangkan komponen penggantinya, setelah selesai kini kita coba hidupkan speaker aktif Polytron-nya ? hasilnya alhamdulillah speaker aktif Polytron kini telah kembali hidup. Untuk memperjelas tentang komponen yang kita maksud bisa dilihat pada gambar berikut :

2-transistorresistor-power-supply-speaker-aktif-Polytron-300x225Dioda penyearah power supply speaker aktif Polytron

Tampilan full power supply bisa dilihat pada gambar berikut :

power-supply-speaker-aktif-Polytron-tampak-atas-300x225

Selesai sudah perbaikan yang kita lakukan , kini speaker aktif Polytron sudah bisa dipergunakan kembali.

perbaian dvd player

Dvd player sudah menjadi barang kebutuhan yang selalu ada di setiap rumah, sebagai media hiburan selain televisi maupun radio. Dahulu untuk mendapatkan Dvd Player mesti mengeluarkan uang yang lumayan mahal, walaupun Dvd Player yang kita beli produk dari cina. Gimana yang bermerk seperti keluaran dari pabrikan Japan? seperti Sony, Pioner, Kenwood , Jvc dll , kagak kebeli pastinya untuk sebagian orang.

Kini dengan semakin majunya teknologi, Dvd player pabrikan Cina semakin murah saja. Dengan begini semakin banyak orang yang bisa membeli tentunya. Harga murah membuat kita heran, berapa modal yang mesti dikeluarkan untuk membuat satu buah Dvd Player? Kalau kita bandingkan dengan pembelian sparepart apabila Dvd Player mengalami kerusakan’ Terlampau jauh bedanya tentunya dari nilai uang yang mesti kita keluarkan, tidak ketemu cara buat menghitungnya.

Karena harga yang murah apabila dvd player mengalami kerusakan, buat sebagian orang mungkin di buang dan membeli lagi yang baru. Sayang kalau langsung di buang mending coba di cek dahulu dimana letak kerusakannya, kalau rusaknya parah barulah bisa dibuang hehehe…….. Dari sekian banyak kasus yang sering kita temui salah satunya ini.

Dvd Vitron dengan kondisi matot/mati-total, langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi seperti ini diantaranya sebagai berikut:

1  Cek Power Supply,komponen yang mesti kita cek adalah Capasitor terutama dengan nilai 1000uf/16volt. Apabila menemukan Dvd Player yang sudah agak lama/model lama coba diganti Capasitor 47uf/450volt. Hampir setiap kasus kerusakan yang kita terima untuk merk ini ada pada Capasitor-nya, untuk komponen lain dalam rangkaian Power Supply jarang mengalami kerusakan. Capasitor memang sering mengalami kerusakan karena terpapar udara panas dari komponen Dioda penyearah dalam waktu yang lama. Seperti ini contohnya:

Power Supply DVD/ Komponen yang terkena hawa panas dengan tanda lingkaran merah

2  Jika Power Supply bagus tapi tetap tidak mau hidup juga Dvd Player-nya, coba di cek Transistor pada Mpeg. Karena memang terjadi kerusakan disini, type S8550 transistor yang digunakan pada mpeg. Sebenarnya bila mau lebih awet Transistor-nya diberikan kepingan pendingin.Masih ada penyebab lain yang menyebabkan Dvd Player tidak mau hidup, kita tidak bahas disini. diantara beberapa penyebab Mpeg tidak mau hidup inilah salah satunya, Letak Transistor pada Mpeg seperti tampak pada gambar berikut:

Mpeg dvd/ Posisi transistor dengan tanda lingkaran merah

Inilah tampak Transistor pengganti untuk Mpeg, pada gambar berikut:

Transistor S8550/ untuk regulator Mpeg DVD

3 Pada tahap ini sudah bisa kita pastikan Dvd Player sudah bisa hidup, disini kita juga menemukan trouble pada Keypad Panel. Jika kita coba tekan tombol power, sama sekali tidak ada respon di Mpeg. Hal ini disebabkan oleh switch yang ada di panel, ada karat pada Platina-nya sebaiknya diganti supaya bisa berfungsi lagi. Berikut contoh switch pada panel:

switch panel /dengan tanda lingkaran merah

Switch mengalami kerusakan tentunya karena jarang dipakai, mungkin selalu menggunakan remote dalam pengendaliannya. Seperti kita ketahui Keypad pada panel hanya ada beberapa fungsi sedangkan pada remote control mewakili semua fungsi. Sampai sini saja cara perbaikannya karena Dvd PlayerVitron sudah kembali hidup, Syukurnya komponen lain seperti Optik dan Motor SP/LP tidak mengalami kerusakan. Selesai sudah servisan kita, Alhamdulillah .

Hasil Akhir:

front panel player dvd vitron

sumber :http://www.hamimservis.com/dvd-player-cara-perbaikan/

SISTEM KERJA RANGKAIAN POWER AMPLIFIER OCL 150 WATT?

SISTEM KERJA RANGKAIAN POWER AMPLIFIER OCL 150 WATT?

Senior2,,,,,!!ada yang tau tentang sistem kerja rangkaian power amplifier ocl 150 watt dengan transistor TIP 31,32,2N3055 dan MJ2955 nggak,,
tolong ajari aku,,buat materi ujian soalnya,,
thx b4…!!
jawab.
Power 150w (2n3055 . mj2955) adlh termasuk power OCL (output capasitor less) yg artinya adlh power ampli tsb pada rakitan jalan keluarnya (output) tidak perlu menggunakan capasitor copeling sebagai filternya,.secara garis besar dan pada umum.nya rangkaian ini terdiri dari 3bh transistor pnp (A564),sebuah transistor npn (D400),sepasang transistor driver (TIP 31,TIP 32) dan sepasang transistor final power (2N3055,MJ2955)

cara kerja :
3bh transistor pnp yg pertama (A564) berfungsi sbg penguat awal (pre-amp) dan sekaligus sebagai pembelah fasa (phase splitter),.setelah memasuki ke-3 transistor ini sinyal input dikuatkan dan sekaligus dipecah fase.nya menjadi + dan -
ntk tahap selanjutnya ke-2 phasa tersebut saling dikuatkan sendiri2,phasa negatif dikuatkan oleh transistor PNP TIP32 sdngkan phase + dikuatkan oleh transistor NPN TIP 31,.sinyal di tahap ini sebenarnya sdh ckp ntk menggetarkan speaker kecil tapi blm cukup kuat ntk menggetarkan speaker besar,oleh krn itu msh diperlukan transistor final (2n3055,mj2955) yg berfungsi memperkuat lg sinyal output yg dihasilkan oleh TIP 31 dan TIP 32,.stlh cukup kuat sinyal input yg tadi dibelah oleh phase spliter ki satukan lagi pada tahap ini,.komponen yg bertugas melakukannya adlh sepasang resistor 0,5OHM 10WATT yg berada pada kaki emittor transistor2 final,.o iy karena pada tahap ini arus sudah merupakan arus ac maka output tdk menggunakan kapasitor

catu daya : kebanyakan power ocl selalu menggunakan catu daya kembar +,gnd,- karena masing2 phase digunakan ntk mendayai transistor2 yg berada se-phasa dng catu daya,( phase + mendayai transistor NPN dan phase – mendayai PNP)

kurang lbh kyk gtlah krj.nya,mungkin temen2 senior ada yg mw menambah/membenarkan

materi referensi:

pengalaman
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.